BREAKING NEWS

Kepala TK dan Ketua Yayasan Wijaya Kusuma Kong Kalikong Langgar Aturan Revitalisasi Sekolah

Indramayu, Tahtaberita.com -- Kepala Sekolah (Kepsek) TK Wijaya Kusuma, Firda, diduga kuat ada main dengan Ketua Yayasan Wijaya Kusuma, Nana, yang juga merupakan Ketua Forum Pendidikan Non Formal (PNF) dalam kasus melanggar aturan revitalisasi pembangunan TK Wijaya Kusuma yang beralamat di Desa Mekarsari Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya, TK Wijaya Kusuma mendapatkan revitalisasi.

Namun muncuat masalah,  sebagi ketua Yayasan Wijaya Kusuma, Nana, menuai sorotan publik karena diduga revitalisasi TK Wijaya Kusuma, dimulai dengan menggunakan dana talangan. 

Padahal, revitalisasi sekolah bukan proyek perorangan, atau pribadi.

Program revitalisasi ini milik negara, yang sudah dirancang melalui kebijakan pemerintah, dibiayai dari APBN atau APBD, dan dijalankan dalam kerangka birokrasi yang panjang.

Di dalamnya ada perencanaan, penetapan anggaran, penyusunan spesifikasi teknis, hingga pengawasan. 

Semua itu tidak berdiri di satu tangan.

Faktanya, dana revitalisasi tersebut adalah titipan negara, bukan milik yayasan, apalagi milik pribadi 

Penggunaannya terikat ketat pada petunjuk teknis, rencana anggaran biaya, serta mekanisme pengawasan trkait. 

Pertanyaan yang seharusnya diajukan secara jujur justru jarang muncul, siapa yang menyusun spesifikasi teknis bangunan ini, siapa yang menentukan standar mutu material, dan siapa yang memiliki kewenangan pengawasan teknis konstruksi?.

Apakah ada penyalahgunaan wewenang, niat jahat, keuntungan pribadi, dan kerugian negara yang nyata?.

Pemerintah dan aparat terkait harus melakukan pemeriksaan.

Tanpa unsur tersebut, persoalan kualitas bangunan semestinya ditempatkan pada ranah administrasi dan pengawasan teknis, bukan langsung dipaksakan membangun revitalisasi TK Wijaya Kusuma. 

Ironisnya, Kepala Yayasan Wijaya Kusuma, Nana, sudah menentukan penyedia material, seperti batu gunug, bata merah, dan besi.

Ketika Awak media meminta no handphone Nana sebagai Ketua Yayasan Wijaya Kusuma, Firda melarang.

"Maaf Pak, ntar kami telfon saja dari sinih," Katanya.

Sampai saat ini belum ada keterangan sehingga berita ini dinaikan. (Sahrul)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar