SDN 3 Tunggul Payung Indramayu Punggut Iuran 200 Ribu Wali Siswa Keberatan
Indramayu, TahtaBerita.com -- Publik melaporkan Sekolah Dasar Negeri 3 (SDN 3) Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, memungut iuran untuk pembangunan cor beton halaman sekolah, sebesar Rp. 200.000,-
Santer informasi menyebutkan wali murid mengeluh dan keberatan dengan adanya pungutan di SDN 3 Tunggul Payung tersebut.
Menurut berita yang masuk ke meja redaksi, awalnya orang tua diminta 250 ribu per siswa kelas 1 sampai Kelas 6,
Pungutan liar ini berjalan setiap tahun Pak, karena dulu pake uang tabungan, ketika ada pungutan bisa ngambil dari tabungan, karena sekarang di sekolah gak ada tabungan, jadi pungutan ini langsung ke orang tua siswa, saya sebagai orang tua siswa dengan adanya pungutan sebesar 200 ribu merasa keberatan Pak," Ujar orang tua siswa.
Persoalan tersebut menjadi sorotan publik.
SDN 3 Tunggul Payung semestinya tidak memberlakukan pungutan dengan cara mewajibkan orang tua siswa
Untuk perimbangan berita, awak media berkunjung ke SDN 3 Tunggul Payung, namun Kepala Sekolah (Kepsek) Udin Nurudin tidak berada di tempat.
Menurut Guru yang ada di sekolah, katanya kepsek sedang keluar.
Media Intijaya berpesan kepada guru yang ada di sekolah dan meninggalkan koran serta no handphone.
"Hubungi nomor yang ada di media cetak, kami mau konfirmasi," kata media intijaya, Jumat 23/10/2026.
Persoalan tersebut perlu mendapat perhatian daek pemerintab.
Apabila dalam praktiknya terdapat kewajiban atau tekanan kepada orang tua siswa untuk membayar uang 200 ratus ribu rupiah, tentu ini adalah pelnggaran berat.
Kasus pungutan tersebut akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH) maupun pihak berwenang agar dapat dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi secara menyeluruh.
“Kalau memang ada praktik yang mewajibkan dan merugikan orang tua siswa, sebaiknya dilaporkan kepada APH dan Gubernur agar dapat diperiksa dan menjadi pembelajaran,” ujarnya.
Media tetap membuka ruang bagi pihak sekolah, komite sekolah, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan mengenai persoalan tersebut.
Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak sekolah sehingga berita ini kami terbitkan. (Sahrul)






