BREAKING NEWS

Juara, Gagak Rimang Lolos ke Piala Presiden Karapan Sapi 2026

Keterangan : Foto Gagak Rimang, amankan 2 tiket menuju Kejuaraan Karapan Sapi Piala Presiden 2026

Bangkalan, Tahtaberita.com - Berdasarkan hasil perlombaan Karapan Sapi di Bangkalan, Gagak Rimang berhasil menduduki peringkat pertama, untuk juara golongan bawah.

Posisi berikutnya ditempati Sonar Muda di urutan kedua dan ketiga.  

Tim Karapan Sapi Gagak Rimang, sukses mengamankan dua tiket menuju Piala Presiden dalam ajang Karapan Sapi Tradisional tingkat Kabupaten Bangkalan 2026. 

Setiap kabupaten enam peserta karapan sapi untuk Piala Presiden. Dan sekaligus perebutan tiket Piala Presiden yang akan digelar bulan November mendatang,” ungkap pemilik Gagak Rimang seusai pertandingan.

Kompetisi yang berlangsung di Stadion Skep Bangkalan, Minggu (25/10/2026), diikuti 48 peserta untuk memperebutkan Piala Bupati Bangkalan sekaligus menjadi ajang seleksi menuju kompetisi tingkat nasional pada November mendatang.

Ketua Paguyuban Karapan Sapi se-Madura, RH Moh Thohir, menilai perhelatan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar persaingan untuk menjadi juara. 

Menurutnya, karapan sapi merupakan tradisi turun-temurun yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Madura.

RH Moh Thohir menjelaskan, setiap kabupaten mendapatkan jatah enam peserta untuk berlaga dalam Piala Presiden. 

Karena itu, kompetisi di Bangkalan juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengamankan tiket menuju ajang tersebut.

Bagi Haji Thohir sapaan akrabnya, hasil perlombaan merupakan bagian dari persaingan yang wajar dalam sebuah kompetisi. 

Namun, ia menegaskan bahwa nilai utama karapan sapi terletak pada keberhasilan masyarakat mempertahankan warisan budaya tersebut hingga saat ini.

Karapan sapi bukan soal siapa juara. Ini adalah kekayaan budaya yang telah ribuan tahun ada dan sampai sekarang masih lestari. Ada nilai kebersamaan, keberanian, sportivitas, kerja keras, dan kegembiraan masyarakat yang hidup di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian karapan sapi membutuhkan komitmen bersama agar tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. 

Haji Thohir mengaku akan terus berupaya menjaga keberlangsungan budaya Madura itu bersama sejumlah tokoh lainnya.

Dan kami bersama tokoh Madura lainnya akan terus melestarikan karapan sapi hingga akhir hayat. Agar budaya yang selalu memiliki banyak aspek kehidupan ini tetap lestari selama-lamanya,” tegasnya.

Menurut Haji Thohir, upaya menjaga tradisi tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan perlombaan secara berkala. 

Perlu ada keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda, agar nilai-nilai budaya yang terkandung dalam karapan sapi dapat terus dipahami dan diwariskan.

Dengan demikian, karapan sapi tidak hanya dipandang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, keberanian, dan sportivitas kepada generasi berikutnya.

Daya tarik karapan sapi, lanjut Haji Thohir, juga terlihat dari kehadiran wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Madura untuk menyaksikan perlombaan. 

Ia menyebut pengunjung dari sejumlah negara rela menempuh perjalanan jauh demi melihat tradisi tersebut.

Orang Jepang, Thailand, bahkan Australia jauh-jauh datang hanya untuk menonton karapan sapi, lalu pulang ke negaranya. Kenapa orang Indonesia sendiri hanya mendengar? Karapan sapi adalah tontonan sehat yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan,” ungkapnya.

Kehadiran wisatawan asing tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki potensi untuk menarik perhatian masyarakat internasional. Karapan sapi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Madura kepada khalayak lebih luas.

Ia berharap masyarakat Indonesia semakin tertarik untuk menyaksikan dan mengenal karapan sapi secara langsung. 

Dengan begitu, kebanggaan terhadap budaya sendiri dapat tumbuh sekaligus mendorong keberlanjutan tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Madura.

Menjelang pelaksanaan Piala Presiden pada November 2026, Haji Thohir juga menyampaikan harapannya agar Presiden Republik Indonesia berkenan hadir langsung menyaksikan perlombaan di Madura.

Menurutnya, kehadiran kepala negara akan menjadi bentuk perhatian terhadap kebudayaan daerah sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang selama ini konsisten menjaga tradisi karapan sapi.

Thohir mengaku belum pernah menyaksikan secara langsung kehadiran Presiden dalam pertandingan karapan sapi sejak Piala Presiden menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Kami sangat berharap Presiden datang menonton langsung rakyatnya yang selalu hidup gembira, tertawa, seru, dan penuh kebersamaan. Saya yakin jika Presiden datang, beliau akan gembira melihat rakyat Madura yang hidup serba sederhana, tetapi bisa tertawa bahagia,” imbuhnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar