BREAKING NEWS

Swakelola tapi Diborongkan, Revitalisasi SDN 2 Cikawung Indramayu Banyak Penyimpangan


Masalah SDN 2 Cikawung Indramayu

1. Pekerjaan yang seharusnya Swakelola, disebut diserahkan kepada pihak ke 3.
2. Kepala Sekolah Aan Sugianto terlalu sibuk, tidak kooperatif karena rangkap jabatan.
3. Pekerja proyek tidak menggunakan Alat Pelindung Diri, ancam keselamatan


Indramayu, Tahtaberita.com — Proyek Revitalisasi SDN 2 Cikawung Indramayu bermasalah. Selain besarnya anggaran, dugaan dialihkannya pekerjaan tersebut kepada pihak luar kini menjadi sorotan publik.

Publik mempertanyakan mekanisme swakelola yang menjadi dasar program revitalisasi di SDN 2 Cikawung tersebut.

SDN 2 Cikawung Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, menerima program revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 sebesar Rp 1.634.104.205,-. Fantastis nominal 1 milyar lebih.


Momo, selaku Pelaksana Panitia Pembangunan satuan Pendidikan, (P2SP), dia mengungkapkan bahwa revitalisasi mencakup perbaikan 8 ruang kelas, dan beberapa ruang kelas di Blok Lajem yang akan dibangun.
Cuman jauh pak, kurang lebih 8 kilo dari SDN 2 Cikawung," Katanya.
Ia juga mengakui terdapat pekerjaan yang melibatkan pihak luar.
Pekerjaan ini, atap dan rangka baja ringan diborongkan ke luar daerah Indramayu Pak, dan untuk plafon dikerjakan orang trisinya saja," Papar Momo.
Momo Tarmawan sebagai ketua pembangunan di SDN 2 Cikawung, dia mengaku hanya sebatas mengerjakan penembokan saja.
Dinding sekolah, melibatkan orang setempat," ungkap Momo Rabu, 23/9/2026.
Program revitalisasi ini bukanlah proyek konstruksi biasa yang sejak awal ditujukan untuk diserahkan kepada kontraktor sebagai satu paket pekerjaan.

Kementerian Pendidikan Sasaran Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan bahwa skema swakelola dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat melaksanakan pembangunan secara mandiri dengan melibatkan masyarakat.

P2SP dibentuk sebagai bagian penting dari mekanisme tersebut, sedangkan Tim Teknis bertugas membantu perencanaan dan melakukan pengawasan teknis.

Karena itu, apabila benar terdapat pihak luar yang mengambil alih pekerjaan tertentu secara borongan, seperti yang dilaporkan terjadi di SDN 2 Cikawung, maka perlu dijelaskan secara terbuka.

Atas dasar dokumen apa pekerjaan tersebut diberikan.

Apakah hanya tenaga kerja yang diborongkan atau seluruh pekerjaan berikut materialnya.

Dengan demikian, bila pekerjaan atap dan rangka baja ringan memang diberikan kepada pihak luar, publik berhak mengetahui.

Pihak luar tersebut apakah sebagai tenaga kerja, penyedia barang dan jasa atau pihak yang mengambil alih pekerjaan.

Sorotan semakin berkembang setelah muncul informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak ketiga atau diborongkan dalam pekerjaan fisik proyek revitalisasi SDN 2 Cikawung.

Pantauan di lapangan, para pekerja juga tidak mematuhi aturan, mereka tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), padahal sangatlah penting demi menjaga keselamatan kerja dan kenyamanan.

Pada 21/9/2026 wartawan telah berkunjung ke SDN 2 Jatimunggul untuk melakukan konfirmasi, namun Kepala Sekolah (Kepsek) Aan Sugianto, tidak ada di sekolah.

Aan Sugianto diketahui rangkap jabatan sebagai Kepsek di SDN 2 Cikawung.

Kemudian Rabu 23/9/2026, di SDN 2 Cikawung serupa dengan di SDN 2 Jatimunggul, Aan sugianto tidak ada di tempat.

Melalui Whatsapp Kepsek Aan berjanji bertemu Kamis 24/9/2026 di SDN 2 Jatimunggul.
Kebetulan ada rapat se-kecamatn Trisi," katanya.
Namun sampai sekarang, konfirmasi dari media justru belum dijawab, sehingga berita ini ditayangkan. (Sahrul)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar