Kolaborasi Garuda Gemah Nusantara dan Coca-Cola Indonesia Gelar Festival Sepak Bola Rakyat 2026
0 menit baca
![]() |
| Makassar tuan rumah penuh Festival Sepak Bola Rakyat 2026.di Lapangan Sepak Bola Telkom 21-23 Mei 2026 |
MAKASSAR // Antusiasme anak muda di Makassar dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) dan SMA di Sulawesi Selatan meramaikan Festival Sepak Bola Rakyat 2026.
Ratusan peserta memenuhi lapangan dengan suasana penuh kegembiraan, ini menjadi bukti bahwa sepak bola rakyat terus tumbuh subur di Indonesia.
Makassar menjadi tuan rumah Festival Sepak Bola Rakyat 2026. Ribuan pecinta sepak bola usia dini memadati Lapangan Sepak Bola Telkom Makassar pada 21-23 Mei 2026, menjadikan kota ini semakin hidup dengan dentuman bola dan sorak sorai anak-anak muda yang bermimpi besar.
Ini merupakan kota keempat yang disinggahi festival setelah Jakarta, Labuan Bajo, dan Palu.
Kolaborasi Garuda Gemah Nusantara melalui Cuwitan Digital dengan Coca-Cola Indonesia ini sukses menyatukan talenta muda, pelatih, dan komunitas dalam rangka mendekatkan euforia Piala Dunia 2026 ke masyarakat akar rumput.
Festival ini bukan sekadar turnamen biasa. Ia menjadi wadah nyata untuk mengasah talenta sejak dini, menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta membuka peluang bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi di dunia sepak bola nasional.
Coca-Cola Indonesia: Mendekatkan Semangat Piala Dunia ke Masyarakat
Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menyatakan kebanggaannya atas kelanjutan kolaborasi ini.
“Kami bangga bisa meneruskan kolaborasi strategis ini sebagai bagian dari komitmen Coca-Cola Indonesia dalam menghadirkan euforia FIFA World Cup 2026 lebih dekat ke tengah masyarakat,” ujar Triyono.
Sementara, praktisi sepak bola Ratu Tisha Destria menekankan pentingnya pengembangan talenta muda sejak dini.
"Pendampingan talenta muda memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan federasi, pemerintah, swasta, hingga komunitas akar rumput. Inisiatif ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim," kata Ratu Tisha.
Ia juga mengapresiasi peran Coca-Cola Indonesia dan Cuwitan Digital sebagai mitra swasta yang memberikan wadah edukatif bagi peserta usia 15 hingga 18 tahun.
Direktur PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) sekaligus pemilik brand Cuwitan Digital, Rizky Aidi, menjelaskan visi di balik penyelenggaraan festival ini.
“Ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Melalui Cuwitan Digital, kami ingin memastikan bakat-bakat ini tidak hanya terasah di lapangan, tetapi juga memiliki ruang di ranah digital,” tutur Rizky.
Sebelumnya, festival ini telah melibatkan 675 peserta dari 32 Sekolah Sepak Bola di tiga kota sebelum Makassar.
“Terima kasih kepada Coca-Cola yang telah menggelar Festival Sepak Bola Rakyat. Untuk adik-adik jangan lupa terus berlatih, terus improve, terus kerja keras ke depannya,” kata Fabio Oliviera.
Selain itu, coaching clinic diikuti 65 peserta dari berbagai SSB di Makassar dan sekitar Sulawesi Selatan. Turnamen U-15 diikuti 160 peserta dari 32 SSB, sementara turnamen mini soccer 8x8 melibatkan 360 peserta.
Baca juga : Curhatan Mantan Istri Pemain Bola
Dampak Positif bagi Sepak Bola Sulsel dan Indonesia
Keberhasilan festival ini turut diramaikan dengan bazaar UMKM serta podcast Nobar (Ngobrol Bola Ramean) yang menghadirkan tokoh sepak bola nasional.
Salah satu peserta, Muhammad Riyan dari SMA Negeri 6 Makassar, mengaku sangat terbantu dengan adanya event ini.
“Saya sangat beruntung dengan adanya Festival Sepak Bola Rakyat, karena saya mendapat jam terbang untuk bisa menghadapi sekolah lainnya dan mengetahui kekuatan mereka,” ucap Riyan.
Festival Sepak Bola Rakyat 2026 selanjutnya akan digelar di Manado pada 25-27 Juni 2026. Inisiatif ini diharapkan terus melahirkan generasi baru yang akan membawa harum nama Indonesia di kancah sepak bola internasional.
(spam)







