Saling Bantah, TNI/ POLRI dan TPNPB OPM Atas Dugaan Tembak Warga Sipil di West Papua
Ada dua versi soal insiden di Kali Kabur, Distrik Tembagapura, Mimika 7-8 Mei 2026.
1. Versi TNI Koops Habema
Satgas TNI Koops Habema membantah menembak warga sipil.
- Menurut Kapen Koops Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna, saat itu Satgas Rajawali-Habema sedang latihan aklimatisasi di area yang memang masuk target operasi terhadap OPM.
- TNI menyebut ada dugaan kebocoran pergerakan sehingga OPM melakukan gangguan tembakan.
- TNI menyatakan justru mengevakuasi korban. Insiden itu menyebabkan 1 remaja berinisial NW meninggal dunia dan 6 warga sipil luka-luka.
2. Versi TPNPB-OPM via Sebby Sambom
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM membantah terlibat.
- Jubir Sebby Sambom bilang pasukan TPNPB sedang berada di markas luar wilayah saat operasi berlangsung.
- TPNPB menilai pernyataan TNI adalah upaya menghindari tanggung jawab atas jatuhnya korban sipil, termasuk Naliance Wamang.
- Mereka juga mengklaim dapat laporan dari PIS TPNPB di Camp David soal rencana operasi TNI sebelum insiden terjadi.
Catatan penting:
Sampai sekarang belum ada laporan investigasi independen yang bisa memverifikasi siapa pelaku penembakan.
Kedua pihak saling membantah. Insiden di Tembagapura memang sering terjadi karena wilayah itu masuk area operasi dan dekat konsesi PT Freeport.
Kenapa ini sering simpang siur:
1. Akses media ke Tembagapura terbatas, jadi konfirmasi lapangan sulit.
2. Kedua pihak punya kepentingan narasi: TNI untuk menjaga kredibilitas operasi, TPNPB untuk menjaga legitimasi politik.
Kalau kamu butuh, saya bisa rangkum pola laporan insiden di Mimika 2025-2026 biar kelihatan mana yang sudah dikonfirmasi resmi dan mana yang masih klaim sepihak.
Mau saya buatkan tabel perbandingan klaim TNI vs TPNPB untuk kejadian Mei 2026 ini?






