MAYBRAT (AIFAT) DARURAT MILITER
Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026— Sekitar pukul 18.00 WPB, telah terjadi penembakan terhadap tiga orang masyarakat sipil di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Penembakan dilakukan secara membabi buta ke dalam rumah kebun (pondok/tenda) yang dibuat oleh warga untuk beraktivitas menokok/pangkur sagu dan berkebun.
Menurut keterangan saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa tersebut terjadi pada hari (Kamis, 13 Agustus 2026). Saat situasi sudah mulai gelap (malam), sekitar 20 orang lebih anggota Satgas BKO (TNI) yang bertugas di Maybrat datang secara tiba-tiba ke lokasi peristirahatan (tenda warga) dengan menggunakan senter. Tanpa memberikan alasan, para personel TNI tersebut langsung menghujani tembakan ke arah pondok dan sekitarnya.
Warga yang saat itu sedang beristirahat seusai beraktivitas merasa kaget akibat rentetan bunyi tembakan, lalu berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Mengingat kondisi yang sudah malam serta lokasi kejadian yang cukup jauh dari ibu kota distrik, maka saksi dan para korban baru melakukan proses evakuasi menuju kampung pada (Jumat, 14 Agustus 2026) pukul 06.00 pagi, untuk melakukan proses pengobatan, sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang dan pemerintah setempat (Kepala Distrik), hingga akhirnya peristiwa ini diketahui oleh warga sekitar distrik, dan mulai bergerak melakukan aksi protes dengan mendatangi Polres Maybrat di ibu kota Kabupaten Maybrat (Kumurkek).
Dalam peristiwa biadab tersebut, 3 orang masyarakat sipil dilaporkan menjadi korban luka-luka, di antaranya:
1. Selviana Sorry (Perempuan dewasa)
2. Ana Fatie (Perempuan dewasa)
3. Silvester Assem (Laki-laki dewasa)
(Informasi dan kronologi lebih lengkapnya akan diperbarui)
Mohon advokasi & pantauan F dari semua pihak.





