Jakarta Gratiskan Sekolah Swasta, Daerah Lain Berani?
0 menit baca
Jakarta // Jakarta luar biasa, sebanyak 103 sekolah swasta di tahun 2026 ini, masuk dalam program pendidikan gratis dengan anggaran Rp 253.625.139.600.
Sekolah swasta gratis jadi program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses pendidikan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan alokasi anggaran ini dilakukan secara sungguh-sungguh.
Ia berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapat pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.
Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu," tuturnya dikutip dari detiknews, Kamis (4/6/2026).
Seluruh sekolah swasta yang tersedia di 2026 akan menampung 23.694 murid dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Dari total 103 sekolah, sebanyak 40 sekolah merupakan penerima bantuan lanjutan dengan pendanaan Januari-Desember 2026.
Sedangkan sisanya, atau sekitar 63 sekolah merupakan penerima baru dengan pendanaan Juli-Desember 2026.
Pramono mengingatkan bila sekolah swasta dilarang memungut biaya dari siswa.
Jika ditemukan kasus, sekolah tersebut akan dievaluasi dan berpotensi dikeluarkan dari program.
Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Nahdiana membeberkan sejumlah kriteria agar sekolah swasta bisa mengikuti program ini.
Adapun kriterianya yaitu:
- Sekolah harus berada di wilayah yang belum memiliki sekolah negeri.
- Memiliki izin operasional.
- Memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
- Terakreditasi.
- Aktif melaporkan data pendidikan sesuai kondisi sebenarnya.
- Wajib menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara utuh tanpa kelas terputus.
Untuk jenjang SD harus tersedia kelas 1 hingga 6, SMP kelas 7 hingga 9, serta SMA/SMK kelas 10 hingga 12," ungkap Nahdiana.
Pemprov Jakarta disebut ingin menambah jumlah sekolah penerima program sekolah swasta gratis.
Pemda juga tidak menutup pintu untuk sekolah berbasis keagamaan, termasuk madrasah di bawah Kementerian Agama jika kondisi fiskal memungkinkan.
Sebagai contoh, SMKS Laboratorium Jakarta dipenuhi peminat setelah tergabung dalam program sekolah swasta gratis Pemprov Jakarta.
SMKS Laboratorium Jakarta di Pondok Kelapa, Jakarta Timur menyebut masyarakat sekitar sekolah sangat antusias. Hal ini terlihat dalam proses penerimaan siswa baru.
Kepala SMKS Laboratorium Jakarta, Momon Darmawan menyebut pihaknya membuka kuota penerimaan sebanyak 108 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Antusiasme calon peserta didik dan orang tua bahkan membuat kuota penerimaan siswa baru langsung terpenuhi hanya dalam sehari.
Jangankan dua hari, satu hari saja jumlah 108 itu sudah terpenuhi. Jadi memang sangat luar biasa," katanya.
Besarnya animo masyarakat mendorong sekolah untuk menambah jumlah rombongan belajar (rombel).
Jika sebelumnya hanya tersedia tiga rombel, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi enam rombel.
Momon juga menyampaikan program ini sangat membantu orang tua, karena seluruh biaya pendidikan, termasuk seragam, buku, kegiatan sekolah, hingga kebutuhan siswa ditanggung secara penuh.
"Respons dari orang tua sangat luar biasa. Mereka bersyukur dengan adanya program ini, akhirnya di sekolah laboratorium memang tidak ada biaya apa pun. Semuanya full gratis dari mulai kelas 10, 11 maupun kelas 12," tandasnya.
(spam)






