Film Pesta Babi Kembali Jadi Soratan Publik
Papua // Film Pesta Babi kembali menjadi sorotan setelah salah satu karakter dalam film tersebut, Yasinta Moiwend atau Mama Yasinta, mengatakan kecewa atas pemutaran film tersebut.
Dia melaporkan pimpinan LBH Pos Merauke ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (29/05).
LBH Pos Merauke adalah pihak yang selama ini memberi pendampingan advokasi kepada Mama Sinta dalam menentang program Food Estate di Merauke—topik yang diangkat film dokumenter Pesta Babi.
Selama beberapa.pekan terakhir film Pesta Babi menjadi sorotan setelah acara nonton bareng (nobar) film tersebut mendapat intimidasi dan ancaman anggota TNI/Polri di sejumlah wilayah sehingga menimbulkan kontroversi.
Menanggapi sikap Mama Sinta, sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale mengatakan, "Kami hormati pilihan Mama Yasinta".
Sementara itu, LBH Pos Merauke yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya mengatakan akan mengambil sikap.
Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan Merauke, Papua Selatan ini mendatangi Polda Metro Jaya karena keberatan wajahnya ditampilkan dalam film "Pesta Babi", Jumat (30/05).
Ia meminta agar pemutaran film Pesta Babi ini "dihentikan".
Pesta Babi adalah film dokumenter tentang eksploitasi alam dan penggusuran terhadap masyarakat adat khususnya di Papua Selatan dengan mengurai aktor-aktor pemerintah, aparat, dan pengusaha di baliknya.
Bersama tim kuasa hukumnya, Yasinta juga melaporkan John Teddy Wakum selaku direktur LBH Papua Pos Merauke dengan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi.
(Amandus Doo)






