BREAKING NEWS
wulingyuyun

TPNPB OPM SIAP LAWAN ORANG PENDATAAN YANG ADA DI PAPUA


Kelompok yang anda sebut memang kembali muncul di medsos dalam beberapa bulan terakhir.


Berdasarkan laporan yang beredar:


1. Kodap III Ndugama-Derakma

Ini adalah salah satu wilayah komando pertahanan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang berbasis di Kabupaten Nduga, dan dipimpin oleh Egianus Kogoya.  


2. Pola muncul di medsos

Egianus Kogoya punya pola lama menyebar pernyataan lewat media sosial. Video provokasi dan pernyataan perang terhadap TNI-Polri disebar melalui media sosial pernah dibuat di Kamp Lama, Kenyam. Lewat akun halaman Facebook TPNPB, dia juga pernah menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan dan siap meladeni TNI berapapun yang dikirim.  


3. Soal senjata api

Tidak ada konfirmasi resmi terbaru yang spesifik menyebut "menerima satu senjata api" seperti yang anda tulis, tapi sumber senjata kelompok ini memang sudah lama jadi perhatian:

• Pernah dikabarkan memiliki 20-25 senjata api berstandar militer, didapat dari rampasan TNI-Polri. • Pola pasokan lewat pembelian juga ada. Ada kasus simpatisan yang punya tugas membeli senjata api dan amunisi kemudian diserahkan kepada kelompok KKB Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. • Sumber senjata menurut aparat bisa dari hasil rampasan, pembelian dari oknum, hingga bekas konflik Ambon, Filipina dan Papua Nugini. 

4. Situasi terbaru 2026

Kontak bersenjata masih terjadi di wilayah Nduga - Jayawijaya:

• 18 Mei 2026, markas TPNPB melaporkan serangan bom drone oleh aparat Indonesia jam 15:30 WIT yang menewaskan tiga anggota mereka di Nduga. Laporan itu disampaikan langsung oleh Brigjen Egianus Kogoya. • 1 Maret 2026, Koops TNI Papua menguasai basis pergerakan dan penyimpanan logistik TPNPB OPM Kodap III Ndugama pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Nabire. • Pada operasi penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku Panglima Kodap III di awal Maret 2026, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber, magazen SS1 dan AK-101.   

Jika anda di sekitar Timika / Kamora dan melihat video tersebut beredar, hati-hati menyebarkan ulang. Banyak video serupa yang dipotong atau tanpa konteks waktu. Untuk keamanan, ikuti info resmi dari Satgas Damai Cartenz dan Koops TNI Papua, dan hindari mendekati lokasi kontak tembak yang dilaporkan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar