BREAKING NEWS
wulingyuyun

Militer Negara Indonesia Diduga Tembak Warga Sipil


Tiga Warga Sipil Ditembak Mati Oleh Aparat Militer Indonesia Dan Ratusan Warga Sipil Mengungsi Di Korowai, TPNPB: Militer Indonesia Balas Serangan Setelah Pilot Nicholas F Goselin Ditembak Oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo Karena Melewati Zona Merah


Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 30 Juli 2026


Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!


Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Boven Digoel bahwa aparat militer Indonesia telah melakukan operasi militer sejak 19 Juli hingga 30 Juli 2026 di Korowai, Kabupaten Boven Digoel wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang. Dalam operasi tersebut aparat militer Indonesia juga menggunakan Drone dan lebih dari tiga unit helikopter militer melakukan operasi udara dan pendoropan pasukan ke dalam hutan di wilayah perbatasan. Dalam operasi sejak 19 juli lalu aparat militer Indonesia melakukan penembakan dari udara ke wilayah pemukiman warga sipil dan berlanjut hingga sekarang. Operasi udara dan darat yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia tersebut Dalam rangka pengejaran terhadap pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo setelah aksi penembakan terhadap Pilot Nicholas F Goselin pada 2 Juli 2026 lalu setelah ia menerbangkan pesawatnya memasuki wilayah zona merah di Yahukimo.


PIS TPNPB lebih lanjut melaporkan bahwa operasi pembalasan yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia tersebut mengakibatkan tiga orang warga sipil atas nama Yatimin YB Wonda, Wanenga Kogoya dan seorang warga sipil lainnya meninggal dunia dan masih banyak warga lainnya hilang sementara ratusan orang telah mengungsi dari Korowai ke arah Yahukimo, Pegunungan Bintang dan hutan-hutan sekitaran wilayah tersebut.


Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto agar hentikan operasi militer Indonesia di pemukiman warga sipil di Korowai. Jika mau perang silahkan datang langsung ke markas TPNPB karena kami siap hadapi. Dan juga penembakan terhadap banyak warga sipil di Korowai, tiga diantaranya telah diketahui meninggal dunia dan lainnya luka-luka serta ratusan warga sipil dari mengungsi diantaranya terdapat ibu-ibu hamil, anak-anak hingga lansia itu negara harus bertanggung jawab.


Kami juga mendesak kepada lembaga-lembaga kemanusiaan baik Palang Merah Indonesia dan Internasional untuk dapat menangani para pengungsi di Korowai dan lebih dari 122.931 warga sipil mengungsi akibat konflik bersenjata antara aparat militer Indonesia dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di berbagai daerah di Tanah Papua yang saat ini masih membutuhkan bantuan kemanusiaan secara menyeluruh. Dan juga di sampaikan kepada PBB agar segera mengirimkan tim investigasi ke Tanah Papua dan mandat tersebut diberikan kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk menangani situasi kemanusiaan dan konflik yang terjadi selama setengah abad lebih antara TPNPB dengan pemerintah Indonesia di Tanah Papua yang telah mengorbankan harta benda dan warga sipil.


Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 30 Juli 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

‎Jenderal Goliath Tabuni

‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar