Terguncang, Orang Madura Toron Sayur Kosong Warung Tutup
![]() |
| Keterangan : Salah satu toko Madura di Surabaya Barat yang ditinggal "toron", tutup sementara, Selasa 25/8. (Foto. Ist) |
Surabaya, Tahtaberita.com - Agustus hingga September, para perantau dari Madura melakukan tradisi "Toron", hal ini menyebabkan emak-emak dan bapak-bapak di Surabaya terguncang.
Tradisi toron adalah kebiasaan pulang kampung atau mudik yang dilakukan secara turun-temurun oleh suku Madura di perantauan, saat Hari Raya Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal 1448 Hijriah) jatuh tepat pada hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026. Hari ini juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Kata toron berarti "turun" atau kembali ke tanah kelahiran.
Bagaimana tidak, orang Madura yang biasa menyuplai sayur ke rumah-rumah tangga di Surabaya, libur, karena merayakan Maulid Nabi di daerah asalnya.
Tentu emak-emak terguncang, yang biasanya bisa menyajikan hidangan lengkap kini hanya mengandalkan telur dari toko sembako milik warga lokal.
Wes, mangan ndog ae, bakule do muleh kabeh - jawa (makan telur aja, pedagangnya pada pulng), " ujar rumpian emak emak pagi ini.
Warung makan khas Madura, seperti warung lalapan, bebek goreng, nasi bebek, atau sate mendadak tutup dan sepi, keseimbangan ekonomi pun terganggu, sebab sajian enak dan murah sedang tidak beroperasi.
Baca juga : Madura Tolak Industrialisasi di Bangkalan
Baca juga : Tolak Stigma, Madura Itu Setia Bukan Preman
Makna dan Tujuan Tradisi Toron
Menyambung Silaturahmi: Mempererat kembali ikatan kekeluargaan dengan orang tua, sanak saudara, dan tetangga yang sudah lama ditinggal merantau.
Menghormati Leluhur: Mengunjungi tanah kelahiran agar tidak lupa dengan asal-usul, yang sering kali disertai dengan ziarah kubur (nyekar atau nyalase) ke makam keluarga.
Memperkenalkan Akar Budaya: Membawa serta anak cucu kembali ke Madura agar mereka mengenal keluarga besar dan kampung halaman leluhurnya.
Wujud Syukur dan Berbagi: Khusus pada momen Idul Adha, perantau pulang untuk berkurban bersama keluarga dan berbagi rezeki dengan kerabat di kampung.
Tak hanya ibu rumah tangga para pria pun bingung imbas toko-toko Madura tutup sementara.
Kebutuhan rokok eceran, terlengkap memang hanya ada di Toko Madura.
Aduh, nggolek eceran nag ndi ikih, kono sing murah - Jawa (Aduh, cari rokok eceran di mana ini, di situ yang paling murah)," kata seorang bapak langganan Toko Madura.
Operasionalnya yang 24 jam sangat diandalkan oleh warga sekitar.
Pernah habis gas jam 2 malam? Toko Madura jawabannya. (spam)





